Satgas TMMD Temukan Pasutri Buta Mata dan Struk di Desa Lalemo, Bantuan Pemda Morowali Sangat Diharapkan

supriyono, 15 Jul 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI - Pasangan Suami Istri (Pasutri) dari Desa Lalemo Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali kondisinya sangat memprehatikan dan memerlukan uluran tangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, karena pasangan suami istri tersebut sudah sejak lima tahun lalu Jamiah dan Sanundun sejak tiga tahun lalu mengalami penyakit mata  sehingga tidak bisa melihat dengan jelas serta penyakit  struk dari mulai tangan kiri  hingga kaki tidak bisa digerakkan Sanundun. Senen (15/7/2091).

Menurut Pengakuan  Sanundun bahwa  sakit  mata rabun dan tangan sampai kaki susah digerakkan dan kondisi ini  sekitar tiga tahun yang lalu, pernah sempat berobat ke rumah sakit ke Kendari dan ke puskesmas tapi belum ada perubahan dan akan melakukan kembali untuk berobat ke rumah sakit tidak ada biaya.

Waktu berobat ke kendari saya bersama anak saya dan kondisinya masih seperti ini karena berkaitan kondisi sangat minim ekonomi,sehingga kondisi  kami masih seperti  ini.

"Kami belum pernah mendapatkan bantaun dari Pemda Morowali berupa  apapun dan hanya Pasrah kepada Allah SWT tetang penyakit saya ini jika tidak ada yang membantu untuk berobat semoga diberikan keSembuhan," harap Sanundun.

Mengenai kebutuhan sehari -hari pada saat memasak biasanya saya masak sendiri dan terkadang ada bantuan dari tetangga.

Kalau penyakit saya ini sudah tiga tahun dan Istri saya sudah sejak lima   tahun lalu  sakit mata , kades pernah datang,tapi datang datang begitu saja, masalah biaya kami sangat minim sehingga hanya prasrah dan ridak bisa berobat di rumah sakit yang lebih lengkap karena kodinsi ekonomi minim.

Untuk itu harapnya kami kepada pemerintah Daerah Kabupaten Morowali bisa membantu kami untuk berobat ,agar bisa sembuh seperti semula.harap Sanundun.

Sementara itu Serka Adi bersama dengan petugas medis Pukesdes Aisah AM.d.keb bersama Anggota Satgas TMMD mendapatkan informasi dari warga Desa Lalemo langsung menuju rumah pasutri yang sakit. Tim medis dari TNI Serka Andi langsung memeriksa kondisi Sanundun.

Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Sanundun penyakit  struk ringan, dan mata sakit akan tetapi kami tim medis belum bisa memastikan karena belum ada pemeriksaan dokter sepesialis mata.

"Memang ada di sekitar mata ada yang menutupi kornea mata, itu yang menyebabkan keduanya menjadi buta karena penyakit katarak," terang Serka Adi.

Lanjutnya, Sanundun mengalami struk sedang, mulai kaki sampai tangan kiri, setelah kita lakukan pemeriksaan tekanam darah 110 per 80 mmag. 
Bisa dilakukan pengobatan terapi secara rutin dengan cara air panas dimasukkan dalam  botol dan selanjutnya   di gosokkan pada leher belakang, supaya meransang otot bisa terbuka dan tidak tersubat  sehingga lambat laun bisa terbuka dan bisa normal kembali. 

Kalau istri Sanundun, kedua  kornea matanya diselimuti oleh selaput putih sehingga tidak bisa melihat dan dipastikan penyakit  katarak .

Kalau Keduanya  bersedia diobati kita akan laporkan terlebih daluhu kepada pimpinan terkait masalah ini, sehingga bisa diobati di rumah sakit TNI di Palu, dan  kedua korban harus mendapatkan pengobatan yang intensif dari tim medis.

"Untuk itu petugas kesehatan dari Satgas TMMD dan petugas pukesdes Aisah A.M.d keb melakukan pemeriksaan kepada kedua korban terkait penyakitnya didampingi beberapan Satgas TMMD," ujarnya.

Ditempat berbeda Moh Said membenarkam bahwa kondisi ekonomi Sanundun sangat memprihatikan dan sangat kekurangan biaya untuk berobat, sehingga hanya mendapatkan bantuan dari salah satu warga bernama Saimin, misalnya yang melakukan perbaikan dinding rumah dan atap, mengambil kayu bakar.
Kalau anak beliau itu dua orang akan tetapi tidak tinggal lagi satu rumah dengan Sanundun dan sudah berkeluarga, sehingga mereka jarang pulang menjenguk orang tuanya.

"Terkait adanya penyakit yang menimpa mereka berdua, pihak pemerintah daerah Kabupaten Morowali cepat memberikan  bantuan untuk berobat supaya bisa sembuh dan bisa melakukan aktifitas kembali," harap  Moh Said. (supriyono).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu